Paket Wisata Karimunjawa Murah 2017
024-7464152 / 085777709570 (+WA) / 085225965955 (+WA) / 087731148008 / IG: @kawan_kurnia / FB: Kurnia Karimunjawa Tour
Basecamp Karimunjawa | Jepara | Semarang | Kudus
Paket Wisata Karimunjawa

PULAU KARIMUNJAWA KONON MENYIMPAN AURA MISTIS YANG LUAR BIASA

Pulau Karimunjawa adalah kepulauan laut jawa yang termasuk dalam Kabupaten Jepara, Jawa Tengah. Dengan luas daratan ±1.500 hektare dan perairan ±110.000 hektare, Karimunjawa kini dikembangkan menjadi pesona wisata Taman Laut yang mulai banyak digemari wisatawan lokal maupun mancanegara.

Berdasarkan legenda yang beredar di kepulauan, Pulau Karimunjawa ditemukan oleh Sunan Muria. Legenda itu berkisah tentang Sunan Muria yang prihatin atas kenakalan putranya, Amir Hasan. Dengan maksud mendidik, Sunan Muria kemudian memerintahkan putranya untuk pergi ke sebuah pulau yang nampak "kremun-kremun" (kabur) dari puncak Gunung Muria agar si anak dapat memperdalam dan mengembangkan ilmu agamanya. Karena tampak "kremun-kremun" maka dinamakanlah pulau tersebut Pulau Karimun.

Indah Tapi Angker

Indah tapi angker. Itu Pulau Karimunjawa yang juga dikenal sebagai Pulau Harta Karun. Untuk itu kapal-kapal yang melewati daerah ini pada malam hari diminta lebih baik memilih menjauhi daratan daripada kapalnya terdampar di karang-karang yang tajam.

Kepulauan Karimunjawa merupakan satu wilayah Kecamatan Karimunjawa masuk Kabupaten Jepara, Propinsi Jawa Tengah. Untuk mencapai kepulauan ini memerlukan waktu sekitar 5 jam dari Pelabuhan Jepara dengan menggunakan KMP Siginjai atau sekitar 4-5 jam dengan kapal Feri tersebut.

Kepulauan Karimunjawa terdiri dari 28 pulau dengan Pulau Karimunjawa sebagai induk dan pusat kegiatan masyarakat. Sejak beberapa tahun lalu Pulau Kemojan sudah menjadi satu dengan pulau Karimunjawa karena telah di bangun jembatan yang menghubungkan kedua pulau itu.

Secara berurutan dari sebelah barat adalah Pulau Katak, Nyamuk, Kembar, Kumbang, Parang, Ketel, Kerakal Besar, Karakal kecil, Bengkoang, Nyawaan, Cemara Besar, Cemara Kecil, Burung, Geleang, Menjangan Kecil, Menjangan Besar, Karimun Jawa, Kemojan, Sintok, Cendekian, Genting, Seruni, Sambangan, Gundul, Cilik, Tengah, dan Pulau Batu.

Dihuni Beragam Suku

Penghuni kepulauan di tengah Laut Jawa ini sangat beragam sehingga bisa disebut sebagai miniatur Indonesia. Mereka berasal dari bermacam suku bangsa diantaranya suku Jawa, Madura, Suku Bugis, Mandar, Bajo, Buton, dan Makasar. Tak heran jika di daerah ini banyak rumah masyarakat yang bergaya Sulawesi. Meski demikian pengaruh budaya Jawa lebih kental, terutama untuk bahasa sehari-hari yang menggunakan bahasa Jawa. Namun, masyarakatnya menguasai berbagai bahasa.

karimunjawa
Gambar 1.1 Pulau Karimunjawa

Pulau Harta Karun

Pulau Karimunjawa sampai saat ini banyak menyimpan misteri. Sudah puluhan orang dan lembaga yang mencoba mengungkap misteri kepulauan ini, namun sebanyak itu pula misteri-misteri yang belum terungkap. Beberapa titik di kepulauan tersebut telah ditemukan berbagai benda-benda peninggalan, mulai dari goa-goa dan dasar laut di sekitar Karimunjawa.

Bahkan salah satu tempat di lautan dasar laut tersebut terlihat sebuah kapal yang terdampar di karang dan kemudian tenggelam.

Selama ini telah banyak ditemukan benda-benda keramik asal Cina yang diperkirakan dari kapal-kapal dagang Cina zaman dahulu termasuk sejarah pasukan perang Khubilai Khan yang ingin menyerang kerajaan di Jawa. Karena banyaknya benda-benda bersejarah yang tertimbun di bumi Karimunjawa pulau ini juga dikenal sebagai Pulau Harta Karun.

Kepulauan Karimunjawa tidak boleh diremehkan. Masyarakat Karimunjawa memiliki keyakinan bahwa kesaktian dan kearifan Sunan Nyamplungan semasa hidup sebagai cikal bakal Karimunjawa masih berpengaruh di wilayah itu dan menjaga kehidupan di sana.

Bagi pengunjung atau pendatang yang akan menetap di Karimunjawa baik untuk sementara karena mengemban tugas atau untuk berwisata oleh masyarakat setempat biasanya disarankan menemui Plawangan Sunan Nyamplungan untuk ‘mohon izin’.

karimunjawa
Gambar 1.1 Gunung Karimunjawa


Telah banyak nyawa melayang di kepulauan Karimunjawa karena terlalu menganggap enteng dan berlaku sombong. Tidak terhitung banyaknya orang yang telah diperingatkan untuk tidak berbuat sembrono. Misalnya tenggelamnya kapal Tongkol pada 1992 yang menewaskan puluhan penumpangnya, tragedi tersebut diyakini karena salah seorang penumpang telah berbuat jahil.

Menurut beberapa tokoh masyarakat setempat, orang yang berada di Karimunjawa bertindak semena-mena dan sekeluar dari situ hidupnya sengsara. Padahal sebelumnya kaya dan ditakuti orang. Tanpa menyebut nama, biasanya mereka itu adalah para pejabat atau aparat yang ditugaskan oleh instansi ke Karimunjawa, tetapi selama di kepulauan itu hanya uang dan uang yang dipikirkan sehingga banyak warga yang dirugikan.

Lautan di seputar kepulauan Karimunjawa juga terkenal keangkerannya. Sudah banyak kapal yang karam atau tenggelam tanpa sebab yang jelas. Pada awal Mei 1999 sebuah kapal bermuatan sekitar 250 kubik kayu gelondongan terdampar di sekitar Pulau Nyamuk. Akibatnya nilai kayu yang diperkirakan mencapai Rp 250 juta itu ludes.

Sesepuh Pulau Nyamuk, La Paija, mengatakan bahwa sudah banyak kapal yang terdampar di karang-karang yang tersebar di kepulauan tersebut. Padahal kebanyakan para nakhoda kapal sudah berpengalaman melewati jalur itu.

Banyak cerita aneh seputar tenggelamnya kapal-kapal tersebut. Misalnya nakhoda mendengar ada orang yang berteriak memberi aba-aba untuk menepikan kapalnya, tahu-tahu kapalnya sudah berada di atas karang dengan kondisi hancur.

Seringkali kapal-kapal yang melewati jalur-jalur di Karimunjawa pada malam hari terkecoh, baik nakhoda, ABK, maupun penumpang kapal seolah-olah melihat Pelabuhan Semarang dengan lampu-lampu yang berkelip-kelip. Setelah didekati untuk bersandar ternyata kapal telah menabrak batu karang besar. “Kejadian-kejadian aneh seperti itu bukan hal yang baru bagi masyarakat Karimunjawa, harus hati-hati memasuki wilayah ini,” ujar La Paija.

Saiman, warga Pulau Parang yang jaraknya sekitar 2 jam arah barat Pulau Karimunjawa dengan kapal nelayan mengatakan, bahwa ada pulau yang disebut Karang Kapal kadang-kadang muncul dan kadang hilang. “Inilah yang membuat orang kebingungan,” kata Saiman.

Tidak usah khawatir tentang Mistis yang ada di Karimunjawa karena sejak 2001 Karimunjawa menjadi Taman Wisata Nasional yang banyak di datangi para Wisatawan untuk berlibur di Karimunjawa.

Sekarang banyak Wisata Karimunjawa yang memfasilitasi anda untuk berwisata di Pulau Karimunjawa. Tidak usah ragu dengan pulau kecil ini karena dibalik pulau ini banyak surga-surga tersembunyi yang ada di pulau tersebut.

0 Response to "PULAU KARIMUNJAWA KONON MENYIMPAN AURA MISTIS YANG LUAR BIASA"

Populer di karimun Jawa